Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Pedagogi Dosa #7. Rhythm 0: Penyeragaman, Tentang Hasrat Terdalam, dan Segala Bukti yang Membantah Standar Moral Manusia Hari Ini.

Gambar
  Sebuah Penghormatan untuk Marina Abramovic dan semua karya-karya agungnya. [Ini adalah tulisanku yang paling berat sejauh ini. Beberapa kali saya berhenti menulis untuk menghela nafas atau sekadar membakar rokok karena dipertengahan ketikan terbayang kembali tentang apa saja yang terjadi di dalam eksperimen yang dilakukan Marina Abramovic. Hal ini memberikanku kesimpulan baru tentang apa yang kita yakini sebagai moral. Bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya moral. Moral itu hanya diksi yang digunakan untuk mengontrol manusia agar tidak mendobrak batasannya dalam artian ada seseorang/golongan yang tidak ingin manusia-manusia ini lebih superior darinya. Seperti Yuval Noah Harari yang memberikan bukti bahwa tidak ada yang namanya Hak Asasi Manusia, saya mencoba untuk menghubungkan semiotik dari mitos-mitos yang berlaku di masyarakat dan mencoba memperlihatkan sebab-akibat lahirnya sarkas-sarkas vulgar pada demo 11 April kemarin.] Kau tau? Ketika mengulas sesuatu, terkadang ...