Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Pedagogi Dosa #8: Belajar Mengenal Anekdot “Tidak Bermakna” yang di hasilkan oleh Imaji-Imaji Liar (Sebuah Opini Sok Kritis Pada Karya-Karya Quentin Tarantino)

Gambar
  [Apa yang terjadi jika Indonesia tidak pernah dijajah? Beberapa tahun yang lalu diriku membaca artikel yang membahas pertanyaan ini. Salah satu tesis di dalamnya menjawab kemungkinan Indonesia tidak akan ada. Setiap pulau yang sekarang tergabung menjadi bagian negara ini akan menjadi negara sendiri-sendiri. Setiap kerajaan akan menciptakan negaranya sendiri. Dan mungkin tidak akan ada bahasa Indonesia, karena setiap kerajaan memiliki bahasanya masing-masing. Contoh, kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan akan menggunakan bahasa Bugis-Makassar, kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tenggara akan menggunakan bahasa Buton, Tolaki, dan Muna, kerajaan-kerajaan di Kalimantan akan menggunakan bahasa Dayak dan Melayu, serta pada kerajaan-kerajaan lainnya. Sejalan dengan judul tulisan ini, pertanyaan di atas adalah salah satu dari banyaknya imaji-imaji liar yang berkembang di luar sana, menunggu seseorang untuk menyadarinya dan mempertanyakannya. Seperti imaji-imaji yang ditawarkan ol...

Tentang lagu dan Rasa yang di tawarkan olehnya

Gambar
Soegi Bornean sedang di ‘goreng’ karena lirik lagunya yang di anggap tidak dapat dipahami. “Asmara telah terkalibrasi frekuensi yang sama” menjadi kalimat yang paling di lemahkan oleh pengguna twitter dalam beberapa hari terakhir. Saking ramenya, Vice sampe buat artikel tentang lirik dari lagu yang berjudul Asmaralibrasi ini. Bahkan ada user yang sampe buat thread untuk menjelaskan dan mengukur antara diksi ‘Asmara’ dan ‘Kalibrasi’ dengan disiplin ilmu pasti hahahaha.. Terus terang saja, thread itu spektakuler sih.. Ternyata orang bisa sampe sebegitunya dalam memberi komentar terhadap suatu ciptaan yang, pastinya, tidak sempurna. Namun setelah esai ini selesai, ku sadari ternyata diriku adalah salah satu dari user tersebut. 😊 Menurutku pengguna twitter sepertinya cukup naif dan congkak dalam memberikan komentar kepada lirik tersebut. Maksudku memberi penilaian yang tidak sejalan dengan ekspektasi penciptanya itu sah-sah saja, namun memberi penilaian yang berkonotasi membodoh-bod...