Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Review Buku: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat by Mark Manson (Judul asli: The Subtle Art of Not Giving a Fu*ck)

Gambar
Kendari, 20 Juli 2019 [Biasanya, diriku tidak pernah mengapresiasi segala bentuk ungkapan dan tulisan motivator, baik dari Mario Teguh sampai Merry Riana. Karena untukku bahwa sesungguhnya motivator hanya mengungkapkan hal-hal yang terlihat menyenangkan namun nyatanya sulit dipraktikkan dalam dunia nyata. Motivator itu hanya sekedar merangkai kata-kata yang sebenarnya memang sudah seperti itu seharusnya terjadi. Ia hanya pandai beretorika terhadap kejadian-kejadian tabu sehingga terdengar berwibawa dan menyenangkan perasaan. Dan bagiku itu tidak membawa efek jangka panjang yang signifikan. Karena tetap saja omongan mereka diambil dari sudut pandang mereka saja yang pasti tidak sama dengan paradigma yang anda bangun selama ini. Kecuali anda cukup konyol untuk meleburkan idealisme anda kedalam nasehat orang yang jelas jelas tidak tahu keadaan anda yang sebenarnya. Tapi, selalu ada pengecualian pada hal-hal yang istimewa. Dan keistimewaan buku ini akan saya jabarkan lebih lanj...

Pedagogi Dosa #2 "Banyak Ber-Hijrah, Banyak ber-Judi"

Gambar
Kendari, 13 Juli 2019 [Sebenarnya diriku tidak menemukan judul yang pas untuk tulisan kali ini, dan setelah ku pikir berulang kali, ku rasa judul ini cukup mewakili jalan pikiran ‘unek-unek’ ini] 2-3 tahun terakhir tren berhijrah banyak dilakoni pemuda masa kini. Tirto.id dalam artikelnya https://tirto.id/tren-hijrah-anak-muda-menjadi-muslim-saja-tidak-cukup-ds9k menjelaskan bahwa hijrah menjadi suatu fenomena yang berkembang di Indonesia dimana strategi dakwah masa kini dikemas menjadi suatu hal yang mudah diterima oleh anak muda, seperti Ust. Hannan Attaki dengan berbaur melalui pakaian kemeja flanel dan topi kupluk atau Ust. Felix Siauw yang mengemas kisah Al-Fatih dengan Manga sehingga pembaca tertarik untuk lebih mendalami tentang agama Islam. So far , untuk ku tidak ada yang salah dengan metode-metode diatas. Bagiku ini merupakan semacam revolusi dakwah yang baik demi memperbaiki wawasan ke-agamaan masa kini yang sudah terlalu ‘heterogen’ dengan dunia plastik i...

Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi yang sebenarnya

Gambar
Kendari, 5 Juli 2019. [Akhirnya.. ku putuskan untuk mematenkan nama blog ini menjadi Rajah Langit setelah berulang kali berganti nama dari Kelas Pelamun, Metode Deduksi, Pedagogi Dosa hingga Roti dan Perdamaian. Sebenarnya nama ini ku persiapkan untuk nama anak pertamaku (bila berumur panjang) jika nanti ia terlahir sebagai laki laki, walaupun saat ini keinginan ku untuk menikah belum terlalu besar, tapi ada baiknya kita mempersiapkan segala sesuatu nya dari awal kan?:) Konotasi yang terkandung dalam kata ‘Rajah’ disini bukan semacam typo atau plesetan dari kata ‘Raja’. Untuk ku pemaknaan kata ‘Rajah’ adalah segala bentuk keindahan yang dihasilkan dari goresan-goresan yang tercipta, baik dari gambar, tato, patung, musik sampai tulisan yang bertujuan untuk memperbaiki pandangan-pandangan keliru tentang dunia objektif. Dan kata ‘Langit’ untuk mewakili semua mimpi manusia yang ‘kebanyakan’ setinggi langit. Setelahnya kedua diksi itu digabung maka terciptalah harapan bahwa ia a...