Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Hidup itu Seharusnya Seperti Lagu Lithium-nya Nirvana: Pantulan Peradaban tentang Cita-Cita Indonesia

Gambar
Brisbane, 10 November 2019   [Jika kau penggemar Kurt Cobain kau pasti tidak asing dengan karyanya yang berjudul Lithium. Sebagai seorang yang ‘bercita-cita’ untuk mati sebelum umur 30 tahun, Cobain mendobrak selera orang-orang tentang kehidupan yang berumur panjang, sukses dan bahagia. Ketika mendengar lagu tersebut, diriku merasakan secara sadar bahwa hidup itu memang harus di nikmati. Tidak ada waktu untuk tangisan dan duka. Kalau kau sedang suntuk dan kebetulan sedang membaca tulisan ini, coba-coba saja dengarkan lagunya, siapa tau kita satu selera :) ] Hari ini peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kebetulan induk semang ku disini seorang Muslim, mereka akhirnya mengajakku untuk ikut merayakannya juga. Acaranya berlangsung di sebuah Masjid. Awalnya, diriku ingin menolak tawaran ini karena ku tebak acaranya akan selesai pada malam hari dan sebenarnya hari ini juga diriku ada janji dengan Flo untuk pergi ke Prohibition. Namun akhirnya ku urungkan karena ku pikir...

Coretan Pertama Untuk Australia: Setara Dengan Yang Setara Sebagai Yang Setara.

Gambar
Brisbane, 8 Oktober  2019 [Dan akhirnya, untuk pertama kalinya segala do’a, niatan dan dukungan terasa lebih nyata dari biasanya. Terimakasih ku ucapkan kepada semua yang membantu baik secara moril, materi dan do’a, adik-adik, teman-teman, para kanda dan terutama orang tua ku. Tanpanya diriku tidak akan berada disini saat ini. Dan seperti biasa, sebagai pembelajar yang taat pada segala konsekuensi ilmiah, ku rasa ini saatnya untuk berbagi paradigma] Selalu ada hal yang menarik ketika kau berpindah pada lingkungan baru. Australia, negara yang disebut-sebut sebagai negara orang buangan dari Inggris membuktikan dirinya mampu mematahkan persepsi tersebut. Kita bisa mengambil contoh Kota Brisbane ini, setiap kali kau keluar rumah untuk bepergian, kau akan menjumpai orang-orang dari berbagai macam etnis, ras, budaya dan agama. Orang kulit hitam, orang kulit putih, yang bermata sipit, yang disabilitas, yang bertato, yang bajunya kurang bahan, yang menutup aurat bahkan ora...

Pedagogi Dosa #3 "Ospek, Kekerasan dan Kaitannya dengan Pendidikan"

Gambar
[Seperti biasa di awal-awal semeter ganjil, media sosial mengekspose video-video yang berbau provokasi tentang ospek dan kegiatan sejenisnya. Seakan-akan kegiatan-kegiatan seperti itu mutlak untuk di justifikasi sebagai aksi yang salah untuk dilakukan. Mereka yang tidak setuju cenderung mengutuk tindakan tersebut dengan hinaan dan cacian yang terang menuju panitia penyelenggara. Tidak salah, memang.. tidak salah.. Sekarang, saya akan mencoba berbagi perspektif dari pengalaman saya sebagai peserta ospek dan penyelenggara ospek, pun akan ku jabarkan beberapa asumsi penting tentang: Mengapa Ospek harus 'tetap' menjadi agenda tahunan untuk Kampus] Dulu, saat pertama kali masuk kampus, ketika kita seangkatan dikumpul untuk pemberitahuan tentang kegiatan orientasi, banyak yang gentar ketika akan berhadapan dengan senior. Semua proses dari yang baik sampai dengan yang keras harus di lewati. Seketika juga saya tidak suka dengan kegiatan-kegiatan ini, karena untukku saat itu...

Bulan Merana Jingga, Hingga Habis Darah Kesatria: Semiotik tentang arti Merdeka

Gambar
[Dulu waktu awal-awal belajar buat puisi, puisi yang sangat mempengaruhiku ketika membuat puisi adalah   kalimat yang menjadi judul tulisan ini (tidak termasuk sub-judulnya). Puisi ini karangan Jerinx SID, dan puisi ini pula yang interpretasinya ku berikan pada salah satu mantan kekasihku. Ya.. cinta pertamaku. Yang sampai saat ini   ku akui ‘dampak’nya terhadap diriku sangat besar. Dan karenanya, rasa hormatku padanya tetap ada walau saat ini kita tidak bersama lagi. Tetapi dengan segala drama-drama yang ada, tulisan ini hadir bukan untuk mengenang nostalgia masa lalu, melainkan sebagai reaksi atas kelirunya orang-orang dalam mengartikan merdeka sebagai kebebasan yang ‘tidak bebas’, serta terkesan menutup mata pada mereka yang merasa belum merdeka.] Ketika mendengar kata ‘Merdeka’ yang muncul di benak banyak orang adalah bebas. Hal ini dibuktikan dengan seringnya diksi merdeka ini di sandingkan dengan kebebasan. Jika tidak percaya, silakan tanya teman disamping anda...