Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Pedagogi Dosa #5: "Mengadili Perspektif: Mitos Pemeluk Pohon dan Nasionalisme Omong Kosong, Budaya Maklum Hingga Konotasi Keberagaman Dalam Simbol-Simbol Pelangi"

Gambar
Kendari, 5 Juli 2020 [Di Indonesia tradisi nasihat-menasihati sudah menjelma menjadi budaya khas Indonesia yang di klaim secara non-predikatif, seakan-akan tetap dan selalu sesuai dengan evolusi kognitif manusia. Sayangnya pendosa-pendosa itu juga berevolusi, secara dekonstruksi, menciptakan keadaan yang membuat nasihat menjadi tidak begitu relevan lagi untuk situasi seperti sekarang. Para moralis itu pelan-pelan mulai menepuk jidat, menggigit jari serta menggeliat gelisah di kursi mereka setelah menyadari segala tatanan khayalan mereka tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pengulangan retorika (omong kosong) membuat telinga jajaran pendosa ini kebal dengan semua impian-impian fana yang terus menerus diperdengarkan-pada akhirnya tidak berguna juga. Seperti suara-suara yang tidak senang dengan fenomena ini, #PedagogiDosa mengajak para pembaca untuk Mengadili Perspektif demi kesehatan mental dan pikiranmu.] Mitos Pemeluk Pohon dan Nasionalisme Omong Kosong Nasihat adalah ekspe...

Pergantian Ide, Pergantian Rencana.. Perpanjangan Waktu di Mulai!

Gambar
Queensland, 14 Mei 2020 [Sisa 12 hari lagi masa tinggal ku di Australia. Dan sejujurnya amat menyesalkan dan mengesalkan keadaan ditengah wabah Covid-19 ini yang mematikan langkahku dan tinggal diam di rumah. Sebenarnya masih ada 2 tulisan lagi yang ingin ku unggah, tetapi sekali lagi atas nama keadaan, kita tidak diciptakan oleh Tuhan untuk melawan virus seperti ini.] Ditengah pandemi ini, ku putuskan untuk meninggalkan segala cita-cita untuk memperbaiki keadaan negara ini. Tentu saja saya akan tetap menulis, tapi maaf, Republik.. kau tidak lagi menjadi prioritas untukku. Kupikir masih banyak orang-orang yang lebih mampu, melebihi diriku untuk memusingkan masalah-masalah bangsa saat ini. Sumpah mahasiswa? Bagi ku itu sudah bukan hal yang sakral lagi untuk dilakukan. Maksudku, coba prediksikan sudah berapa banyak mahasiswa yang melanggar sumpah ini dibanding yang mengimplementasikannya ke dalam kehidupan? Tidak usah pake survey statistik, prediksi aja dikepalamu. Dulu waktu m...

Pedagogi Dosa #4: Lucifer Morningstar dan Lelucon Untuk Para Fanatis

Gambar
Queensland, 19 April 2020 [Pagi ini Aldhyon tampan nan-rupawan dunia akhirat mengirimkan video youtube melalui whatsapp yang kontennya kurang lebih berisi pertanyaan-pertanyaan mendasar seputar agama-agama dunia untuk orang-orang   beriman diluar sana. Mengingatkan ku dengan TV Series Lucifer yang isinya ‘mengolok-olok’ definisi Jahat dan Kejahatan yang bagi orang-orang, semua itu terjadi dimuka bumi karena nya (Iblis, Setan, Lucifer, etc). Well , ini bukan kali pertama pembahasan tentang sesuatu yang untuk saya tidak boleh dibicarakan di ruang publik kita diskursuskan. Walau pada akhirnya kesimpulan selalu tidak pernah memihak, entah mengapa topik ini selalu muncul dan selalu ada yang menantikan pembahasannya] Video tersebut mengajukan pertanyaan-pertanyaan filsafat tentang eksistensi Tuhan dan kebenaran mana yang paling benar diantara banyaknya agama di dunia. Saya menangkap sisi positif yang terkandung didalamnya, yaitu mencoba ‘mendamaikan’ konflik-konflik yang biasa te...

Alexander Joseph Luthor: Definisi Kewarasan, Pengetahuan dan Rasa Sakit

Gambar
Queensland, 5 April 2020 [Sedang menonton ulang series lama dari superhero klasik Superman; Smallville, yang terdiri dari 10 seasons . Dan percayalah, jika ada penjahat yang benar-benar lahir dari rasa sakit, ku rasa tidak akan ada yang dapat menyaingi Lex Luthor versi Michael Rosenbaum. Banyak orang memberi hormat kepada Joker sebagai sebagai The Great Villains Ever , dan bisa ku pastikan pepatah ‘Orang jahat lahir dari Orang baik yang tersakiti’ menempel erat dijidat mereka. Atau setidaknya simpati lahir dari propaganda pepatah tersebut. Tetapi semua itu (ternyata) tidak lebih ‘terhormat’ dari apa yang membentuk musuh besar dari Superman itu.] Kau tau ketika kau memutar kembali film lama, selalu ada perspektif baru yang muncul disatu kejadian terhadap kejadian lainnya yang terjadi dalam film tersebut. Dan biasanya ketika menonton film, kita selalu menjagokan Protagonis sebagai tokoh yang akan menang diakhir film. Dan (lagi) tidak tahu mengapa, untuk pertama kalinya saya tida...