Dedikasi untuk Kehidupan
Kendari, 30 Oktober 2016
Biasanya saya tidak pernah melakukan selebrasi
seperti ini. Tetapi, selalu ada pengecualian untuk hal yang istimewa.
Menanggapi berbagai opini yang berkembang tentang pergerakan-pergerakan
kemahasiswaan, saya akan mencoba menyederhanakan pendapat saya melalui tulisan
ini. Jika seandainya kita melihat ada sesuatu yang salah terjadi dilingkungan
kita, apakah salah jika kita mengoreksi sesuatu yang salah tersebut? Contoh:
Ronal melihat seorang anak dipukul ayahnya. Timbul pertanyaan dihati Ronal,
kenapa?, atau ‘jahat sekali bapak ini, memukul anaknya didepan banyak orang’.
Yaa mungkin saja ayahnya yang terlalu kejam atau anak ini memang melakukan kejahatan yang keterlaluan. Tapi
kembali lagi, hipotesa awal tidak bisa dijadikan tolak ukur kebenaran yang
sesungguhnya. Timbul rasa iba, ditegur lah ayah tersebut agar tidak memukul
anaknya. Setelah ditelusuri ternyata benar anak tadi habis mencuri ditoko depan
rumahnya. Dari sini, bisa kita simpulkan bahwa apa yang dilakukan ronal adalah
usaha usaha untuk memperbaiki sesuatu yang salah tersebut agar kembali benar.
Jadi, sesederhana itulah inti dari pergerakan kemahasiswaan yang selama ini
dianggap pengacau oleh orang banyak. Jika bisa membandingkan, lebih baik mana
pemuda masa kini yang kerjanya nongkrong atau nampang sana sini atau pemuda
pemuda yang berusaha menjadi berguna bagi lingkungannya? Buku biografi ini
adalah bukti tertulis bahwa orang orang yang peduli terhadap lingkungannya bisa
menjadi orang besardan teladan bagi generasi yang akan datang.
Tribute to Prof. Nur Nasry Noor (Guru besar,
pengabdi, mahasiswa, aktivis sekaligus tokoh awal yang menjadi cikal bakal
pergerakan mahasiswa di tanah Sulawesi).
Komentar
Posting Komentar